Ketika banyak desa telah menggunakan software ini, hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan yang sesungguhnya untuk mengelola data menjadi informasi yang langsung tersaji dan bisa dimanfaatkan oleh penduduk desa.

Desa seperti sebuah negara kecil yang otonominya dikepalai oleh kepala desa.

  1. Data dibutuhkan untuk melihat perbandingan skill penduduk yang ada di desa dengan basis pekerjaan
  2. Untuk informasi kebutuhan data sederhana seperti golongan darah, apabila ada penduduk yang membutuhkan transfusi darah
  3. Untuk pelaporan kewilayah diatas desa, misal kecamaan atau musrembang
  4. Untuk melihat kebutuhan yang ada pada desa, apabila hanya ada beberapa orang yang memiliki kemampuan tertentu.
  5. Dibidang kesehatan, ada berapa dokter yang ada di desa sebagai pelayan kesehatan publik
  6. Dalam bidang pembangunan, ada berapa orang didesa yang bekerja sebagai tukang batu
  7. Dalam bidang ketahanan pangan ada berapa penduduk desa yang bekerja dibidang pertanian, perikanan, perkebunan
  8. Mengetahui penduduk rentan yang membutuhkan peran siaga dari semua pihak (penduduk hamil, anak kecil, penduduk difable dll)
  9. Mengetahui sketsa pendidikan individu apakah desa butuh pelatihan khusus untuk menjadi cerdas dan berdaya
  10. Membangun kepercayaan dengan pelayanan publik yang dilakukan desa kepada masyarakat, dalam mengurus surat-menyurat.
  11. Transparansi keuangan untuk desa, dokumentasi dan report data yang selalu tertangkap dalam sistem
  12. Sebagai pemantau keamanan dari penduduk yang melakukan pekerjaan maupun perjalanan keluar desa.


Butuh keterlibatan semua warga dalam memanfaatkan data ini, hal yang ingin kami tekankan adalah realitas dari fleksibilitas software untuk menangkap dinamisasi dari data penduduk yang selalu berubah dari waktu ke waktu.

Software ini dapat menembus hal yang selama ini belum bisa direalisasikan pemerintah tentang data.
Pemerintah mendapatkan data bukan dari data yang nyata, mereka mendapat data dari badan survey yang selalu memberi masalah pada desa. Adalah data yang dibuat dari pengumpulan data bukan parsitipatif dari warga, namun hanya membuat parameter sendiri dari beberapa sampel contoh beberapa desa. Inipun dilakukan dalam rentang waktu tertentu, sedangkan data yang ada pada desa telah berubah. Berpindah dari tempatnya semula. Inilah yang telah melatarbelakangi tidak tepatnya sasaran semua program dari pemerintah untuk masyarakat desa.

Banyak desa terombang ambing karena perbedaan data, data yang mereka punyai dan serahkan ke bps atau kelembaga pemerintah yang lain cenderung lebih sering ditolak, karena ada perbedaan data.  memang karena hal inilah mereka sering mengeluh tentang data.

SID Menggampangkan penyediaan data yang belum pernah terpecahkan dalam ruang lingkup paling bawah. Data penduduk lahir hingga penduduk mati, penduduk pendatang yang ada didesa hingga proses perubahan paling kecil.

Adalah sebuah alat yang membutuhkan keterampilan dari penggunanya. Alat ini seperti pisau yang mempunyai dua mata. Jika tidak berhati-hati dalam menggunakannya dapat melukai pemakainya.

 

Ditulis Oleh :
Pada : 14 April 2013 21:28:20 WIB

Komentar Artikel Terkait

Ditulis Oleh
09 Mei 2013 09:12:26 WIB

Berkata, Adalah sebuah alat yang membutuhkan keterampilan dari penggunanya. Alat ini seperti pisau yang mempunyai dua mata. Jika tidak berhati-hati dalam menggunakannya dapat melukai pemakainya.

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar